KAB MADINA PASCA KEPUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI

Mahkamah Konstitusi menganulir keputusan KPUD Madina yang menetapkan HM Hidayat Batubara dan Dahlan Hasan Nasution (HB) sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih.
MK memerintahkan KPUD Madina untuk melakukan pemungutan suara ulang disemua kecamatan.

Selasa(13/07) pasca keputusan MK, pasangan HB kali pertama berkunjung ke kabupaten Madina.
Tepatnya di Desa Aek Badak perbatasan Tapanuli Selatan dengan Madina terlihat kerumunan ribuan massa yang mengenderai sepeda motor dan mobil memadati badan jalan.
Disaat rombongan HB memasuki wilayah kabupaten madina pkl 01 siang melihat kerumunan massa ini, rombongan HB mengira ada kecelakaan sehingga menghentikan laju kenderaan mereka tutur Ivan.
Begitu rombongan HB turun dari mobil mereka langsung disambut dengan ulos dan massa mempersilahkan mereka menaiki mobil dgn bak terbuka.
Kejutan ini tentu membuat suasana haru diiringi derai air mata dengan yel-yel massa pendukung HB.

Selanjutnya rombongan HB ini diarak mulai dari perbatasan Madina menuju desa Pidoli Lombang.
Menurut keterangan salah seorang anggota Garuda Madina mengatakan ini adalah atensi masyarakat waktu melihat konvoi mereka menuju Aek Badak yang kemudian diikuti oleh ribuan masyarakat.
Spontanitas masyarakat juga terlihat mempersiapkan penyambutan di desa masing-masing yang dilalui konvoi ini.
Konvoi kenderaan sepanjang 1 1/2 kilo meter ini akhirnya sampai di Pidoli Lombang pkl 18.00wib, padahal jarak tempuh normal hanya 1 jam, konvoi ini disambut oleh ribuan masyarakat dengan shalawat Badar dan gordang sembilan.
Spontanitas ribuan masyarakat ini adalah demonstrasi rasa kecintaan dan kepedulian mereka terhadap HB yang dijegal oleh mereka yang tidak siap kalah karena ingin mempertahankan rezim incumbent tegas Buya Adnani.

Menurut salah satu tokoh masyarakat Madina mengatakan kondisi masyarakat 10 tahun ini diciptakan untuk apatis disebabkan awal berdirinya kab madina ini ada pergerakan yang luar biasa menentang pemerintahan H.Amru Daulay SH.
Ini diprovokasi oleh salah satu kelompok yang mengatasnamakan anti korupsi sehingga berhasil menciptakan konflik masyarakat dgn pemerintah.
Kebencian masyarakat ke pemerintah sudah sampai ke ubun-ubun tapi toh akhirnya kelompok ini berdamai dan mendapat porsi penentu dipemerintahan H.Amru Daulay.
Tentunya kondisi ini membuat masyarakat terluka, merasa dikhianati sehingga akhirnya selama 10thn berdirinya pemda madina masyarakat menjadi apatis meskipun merasa tertindas tdk berani lagi menyuarakan kebenaran.

Namun kehadiran HB ini bisa membangunkan tidur masyarakat dari prustasi dan apatis selama ini.
Ini terlihat dari antusias masyarakat menyuarakan perlawanan terhadap kroni pemerintah yang mencalon jadi kandidat bupati.
Masyarakat Kab Madina merasa sudah menemukan panutannya yang dianggap bisa memihak kepada masyarakat tutur salah seorang massa yang hadir dalam acara tersebut.

Buya Adnani dalam pidatonya menghimbau kepada pihak-pihak yang tidak menginginkan pergantian rezim ini agar tidak memancing amarah masyarakat untuk mendiskwalifikasi HB karena semua kandidat melakukan politik uang.
Hal ini sesuai dengan amar putusam MK untuk melakukan pemungutan suara ulang disetiap kecamatan dan tetap mengikut sertakan semua kandidat.
Ini tidak bisa kita ingkari karena sudah diputus MK makanya massa pendukung kami himbau untuk menerima keputusan ini sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama harapan madina HB tegas Buya Adnani.

Sementara itu HB dan wakilnya dalam pidatonya memohon masyarakat untuk tetap tenang dan tabah menerima putusan MK, karena perjuangan Rasululloh sendiri untuk menegakkan kebenaran mendapat tantangan yang lebih berat namun beliau tetap sabar tegas HB.
Ini adalah kemenangan yang tertunda, kemenangan rakyat mandailing natal tutur HB untuk menenangkan amarah ribuan massa.
HB juga menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan aksi anarkis dalam melampiaskan kekecewaannya.

Amar putusa MK ini membuat suasana di kab Madina lengang sembari cuaca hampir tiap hari diguyur hujan.
Spanduk-spanduk pendukung HB terlihat dibeberapa titik untuk menghibur dan menenangkan masyarakat karena HB masih ikut dalam pencoblosan ulang ini.
Semoga masyarakat Madina yang agamis tdk terprovokasi oleh nafsu serakah mereka-mereka yang ingin menjadikan madina sebagai dinasti.
Madina bukanlah milik nenek moyang mereka yang memimpin Madina 10 tahun ini.
Masyarakat madina sudah bangun dari tidur dengan harapan bersama membuat perubahan menuju Madina yang Madani dan Bermartabat.

Satu Tanggapan

  1. HB ini terlalu sabar….!
    sudah diinjak-injak tapi msh diam?
    Lihat tuch berita di media massa yang ngomong itu kan orang2 yg banyak kesalahannya di madina?
    ungkit dong korupsi mereka biar tau rasa dia!
    jgn diam saja Dayat!

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.